Heboh Foto Rekayasa Jokowi dan Suku Anak Dalam

0
369


Dunia medsos dibuat heboh oleh isu foto rekayasa Jokowi dan Suku Anak Dalam di Jambi pada kunjungan korban bencana kebakaran hutan yang dianggap hanya untuk pencitraan. Benarkah hasil jepretan kamera Tim Komunikasi Presiden tersebut adalah rekayasa?

Foto Presiden Jokowi dan Suku Anak Dalam ini mulai diperbincangkan setelah seseorang melalui akun media sosialnya memberikan analisa bahwa gambar tersebut merupakan hasil rekayasa foto Jokowi.

Dalam foto itu terlihat adanya pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan beberapa warga masyarakat dari Suku Anak Dalam. Terdapat dua jenis foto yang diperbandingkan, dan keduanya menampilkan Presiden tengah bercengkerama dengan warga Suku Anak Dalam yang menjadi korban kebakaran hutan di Sumatra.

[adlink]

Foto Rekayasa Jokowi dan Suku Anak Dalam

Foto Rekayasa Jokowi dan Suku Anak Dalam
Pada foto pertama (1), terlihat bahwa Jokowi sedang melakukan pertemuan di sebuah tempat terbuka. Sedangkan pada foto yang kedua (2), lokasinya berada di sebuah teras rumah sederhana.

Munculnya dugaan tentang rekayasa foto Jokowi dan Suku Anak Dalam ini dipicu oleh adanya perbedaan pakaian yang dikenakan oleh warga. Presiden masih mengenakan setelan kemeja putih yang sama, tapi warga hanya memakai celana seadanya saat berbincang di tempat terbuka dan memakai pakaian lengkap saat berbincang di halaman rumah. Perbandingan ini seolah menunjukkan Jokowi melakukan pertemuan dengan orang yang sama tapi busana yang dikenakan berbeda.

Bantahan Rekayasa Foto

Bantahan Rekayasa Foto Jokowi dan Suku Anak Dalam
Isu mengenai rekayasa foto Jokowi & Suku Anak Dalam ini pun langsung dibantah secara resmi oleh pemerintah. Dikutip dari VivaNews, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan bahwa hasil jepretan kamera tersebut adalah asli apa adanya.

“Betul-betul Presiden dan beberapa teman media juga sama-sama hadir pada waktu itu di lapangan, sama sekali tidak ada rekayasa foto atau apapun.”
(Pramono Anung)

Berdasarkan penjelasan Pramono, memang ada satu pria yang sama di dua foto tersebut. Dia mengenakan kemeja batik dan bernama Husni Thamrin. Pria tersebut bertugas menjadi penerjemah bahasa Suku Anak Dalam. Jadi menurutnya, tuduhan rekayasa tidaklah berdasar.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga mendukung pernyataan Pramono. Khofifah ikut mendampingi Presiden saat berkunjung ke Jambi, dan menjadi saksi keaslian foto tersebut. Menurut Khofifah, dugaan rekayasa terlalu berlebihan karena hanya membandingkan bentuk kepala dan rambut dari belakang. Padahal menurutnya, hampir semua warga Suku Anak Dalam mempunyai bentuk rambut lebat yang sama.

“Kepala dilihat dari belakang itu sama, saya juga kaget. Saya sampai geli, bagaimana bisa kepala dianggap sama. Ini beda tempat, beda orang, beda situasi.”
(Khofifah Indar Parawansa)

Penyebar Isu Foto Rekayasa Jokowi

[ad600]

Mengenai penyebar isu rekayasa foto Jokowi & Suku Anak Dalam, disebutkan bahwa Polisi telah melakukan pengusutan untuk kepentingan data intelijen, namun tidak bisa membawa ke jalur hukum karena pihak yang dirugikan tidak melaporkannya. Pihak Istana telah memastikan untuk tidak melaporkan pelaku penyebaran isu rekayasa foto ke jalur hukum.

Polisi melalui Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Anton Charliyan menyatakan bahwa pada prinsipnya Polisi tidak akan tinggal diam ketika Presiden sebagai simbol negara diperlakukan secara tidak pantas, dan sangat menyayangkan penyebaran isu rekayasa tersebut.

“Kita harus tahu bahwa Presiden itu simbol negara. Apa bangsa kita senang menjatuhkan simbol-simbol negara? Biasanya orang yang menjatuhkan simbol negara, bisa jadi, nantinya menjatuhkan negara juga. Ini yang harus diwaspadai.”
(Irjen Anton Charliyan)

Kasus penyebaran isu rekayasa foto Jokowi & Suku Anak Dalam ini bisa menjadi pelajaran. Banyak yang mendorong pihak kepolisian untuk mengambil langkah penyelidikan bukan dalam ranah hukum, melainkan hanya sebatas penyadaran.

Masyarakat memang wajib diberi kebebasan mengutarakan pendapatnya, namun sebaiknya tetap dilakukan dengan santun tanpa unsur fitnah. Kritik masih bisa dilakukan tanpa merugikan pihak lain, apalagi menyebarkan opini menyesatkan seperti kasus foto rekayasa foto Jokowi dan Suku Anak Dalam ini.

Lihat juga: Foto Langka Mantan Presiden Soeharto

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY